Sawah di Klaten Jadi Spot Mancing Dadakan Usai Ribuan Ikan Nila Lepas

Sawah di Klaten Jadi Spot Mancing Dadakan Usai Ribuan Ikan Nila Lepas
Area persawahan di Dukuh Gergunung, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari mendadak jadi spot memancing, Rabu (15/4/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Lintaspulau.id, KLATEN – Suasana tak biasa terlihat di area persawahan Dukuh Gergunung, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Klaten, Rabu (15/4/2026) siang. Belasan orang tampak menyebar di sepanjang pematang sawah yang berada di tengah permukiman warga.

Sepeda motor berjajar di tepi jalan kampung. Para pengunjung yang datang bukan membawa peralatan pertanian, melainkan joran pancing lengkap dengan umpan seperti lumut dan pelet. Di sela tanaman padi yang mulai menguning, mereka sibuk melempar kail ke genangan air sawah.

Sesekali, sebagian pemancing berteduh di tepi jalan untuk menghindari terik matahari. Ada pula yang menggunakan payung. Aktivitas tersebut membuat kawasan persawahan itu mendadak berubah menjadi lokasi memancing dadakan.

Ribuan Ikan Lepas Usai Kolam Terdampak Banjir

Fenomena ini terjadi bukan tanpa sebab. Pada Rabu dini hari, ribuan ikan nila dari kolam budidaya yang berada di sekitar area persawahan lepas setelah kolam tersebut terdampak luapan air sungai akibat hujan deras sejak malam sebelumnya.

Kabar lepasnya ikan itu pertama kali diketahui para pemancing setelah pemilik kolam membagikan informasi melalui media sosial. Informasi tersebut kemudian cepat menyebar di kalangan komunitas pemancing hingga akhirnya lokasi tersebut ramai didatangi.

Salah satu pemancing, Mito, 37, asal Banaran, Kabupaten Sukoharjo, mengaku datang setelah mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Ia datang bersama perlengkapan pancing lengkap karena juga mengenal pemilik kolam.

“Istri dari Pak Wahyu bikin story. Tahunya dari situ,” kata Mito.

Mito menjelaskan, berdasarkan informasi dari pemilik kolam, air mulai meluap pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam. “Ikannya yang dibudidayakan ikan nila merah,” ungkap Mito.

Pemilik Kolam Ikhlaskan Ikan Lepas Jadi Rezeki Pemancing

Sementara itu, pemilik kolam bernama Wahyu, 45, tampak santai meski melihat kolam budidayanya dipenuhi warga yang memancing ikan yang lepas tersebut. Ia menyebut kolam itu sebelumnya juga digunakan sebagai tempat pemancingan sebelum dialihkan untuk pembibitan.

Wahyu menuturkan, terdapat sekitar 2.000 ekor ikan nila merah yang dibudidayakan di kolam berukuran 6 x 12 meter tersebut. Ikan-ikan itu sejatinya diperkirakan siap panen sekitar satu bulan lagi.

“Air itu mulai datang pada Rabu pukul 01.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB itu, air dari sungai itu besar sehinga kolam meluap,” kata Wahyu.

Ia mengaku belum dapat memastikan total kerugian akibat kejadian tersebut. Namun, ia memperkirakan potensi hasil panen mencapai sekitar 2 kuintal ikan. Terkait banyaknya warga yang memancing, Wahyu mengaku tidak mempermasalahkan karena juga memiliki hobi yang sama.

“Kalau saya sendiri juga hobinya memancing. Ini untuk hiburan,” kata Wahyu.

Di sisi lain, sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, termasuk Kecamatan Wonosari, turut terdampak banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur sejak sore hingga dini hari. Genangan sempat merendam permukiman warga dan akses jalan, sebelum berangsur surut pada Rabu pagi hingga siang.

Leave a Reply