Rekomendasi Kuliner Daerah: Soto Ayam Kampung Ledok Jati, Gurih Kaldu Nagih

Rekomendasi Kuliner Daerah: Soto Ayam Kampung Ledok Jati, Gurih Kaldu Nagih
Suasana warung Soto Ayam Kampung Ledok Jati yang berlokasi di Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (13/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Lintaspulau.id, KLATEN — Semangkuk soto berkuah bening tersaji dengan nasi, tauge, bihun, irisan kubis, seledri, bawang goreng, dan suwiran ayam kampung. Aroma rempah menyeruak saat kuah hangat diseruput. Gurihnya terasa tanpa selimut santan, menghadirkan karakter soto yang ringan tetapi tetap kaya rasa.

Itulah sajian Soto Ayam Kampung Ledok Jati, warung kuliner di Jl. Tentara Pelajar, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Lokasinya berada di dekat simpang empat yang dikenal warga sebagai Ledok Jati, akses penghubung menuju Stadion Trikoyo, pusat kota, Tegalyoso, serta kawasan Ngawen-Jatinom.

Warung ini telah hadir sejak 2000. Berawal dari gubuk sederhana di tepi jalan, usaha keluarga tersebut berkembang menjadi tempat makan dengan area duduk yang lebih luas, tetapi tetap mempertahankan suasana bersahaja.

Salah satu ciri khasnya terletak pada penggunaan ayam kampung, terutama ayam umbaran, untuk menghasilkan kaldu dengan cita rasa alami. Pengelola warung, Iswanto, mengatakan pemilihan bahan menjadi bagian penting dalam menjaga karakter soto.

Dalam pengolahannya, ayam dipadukan dengan rempah-rempah serta sedikit garam dan penyedap rasa. Bumbu disajikan agar kuah tetap gurih, sementara pelanggan bisa menyesuaikan rasa sesuai selera.

“Kalau misal nanti ada yang kurang, bisa menambah sendiri sesuai selera,” jelas Iswanto.

Seporsi menu Soto Ayam Kampung Ledok Jati disajikan lengkap dengan variasi pilihan lauk-pauk dalam setiap penyajian. Foto diambil Selasa (13/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)
Seporsi menu Soto Ayam Kampung Ledok Jati disajikan lengkap dengan variasi pilihan lauk-pauk dalam setiap penyajian. Foto diambil Selasa (13/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Pengalaman bersantap di sini tak berhenti pada semangkuk soto. Pelanggan bisa memilih penyajian soto biasa, soto pisah dengan nasi dan kuah dalam wadah terpisah, atau soto kering tanpa kuah. Pilihan lauknya pun beragam, mulai dari aneka gorengan dan sate hingga potongan ayam kampung goreng berbumbu.

Lauk-lauk tersebut disajikan di meja sehingga pembeli bisa memilih tanpa harus meninggalkan tempat duduk. Pilihan minumannya meliputi teh, jeruk, beras kencur, hingga gula asem.

Iswanto mengelola warung bersama kakaknya. Usaha ini dirintis ayah mereka, Sunardi, setelah pensiun dari sebuah perusahaan di Klaten pada 1999. Awalnya, Sunardi membangun tempat berteduh di tepi kebun untuk berjualan bensin sambil menunggu kolam budi daya ikan. Setahun kemudian, tempat itu beralih menjadi warung soto dengan resep dari sang ibu, Sati.

Setelah Sunardi meninggal pada 2002, keluarga sepakat melanjutkan usaha tersebut. Iswanto pun menjadikan masukan pelanggan sebagai salah satu pegangan dalam mengembangkan warung.

“Setiap saya jaga di kasir, saya sering tanya, sotonya kurang apa? Pelanggan memberikan masukan. Jadi, masukan pelanggan ini yang utama,” ungkapnya.

Seporsi menu soto kering menjadi pilihan menu lain di Warung Soto Ayam Kampung Ledok Jati disajikan lengkap dengan variasi pilihan lauk-pauk dalam setiap penyajian. Foto diambil Selasa (13/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)
Seporsi menu soto kering menjadi pilihan menu lain di Warung Soto Ayam Kampung Ledok Jati disajikan lengkap dengan variasi pilihan lauk-pauk dalam setiap penyajian. Foto diambil Selasa (13/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Perluasan tempat makan bahkan berawal dari permintaan pelanggan. Area samping yang semula hanya diberi peneduh saat Lebaran akhirnya dipertahankan karena pembeli menginginkan tempat yang lebih nyaman. Kini, tersedia pula area makan lesehan di bagian belakang yang teduh di bawah pepohonan jati.

Dengan harga soto Rp9.000 per porsi, gorengan Rp1.500 per buah, minuman Rp3.000 per gelas, serta ayam goreng Rp8.000-Rp15.000 per potong, warung ini menawarkan pilihan bersantap yang relatif terjangkau.

Warung Soto Ayam Kampung Ledok Jati buka setiap hari pukul 06.15 WIB hingga sekitar 14.00 WIB. Bagi Iswanto, yang ingin dibangun bukan sekadar tempat makan untuk mengenyangkan perut, melainkan warung yang membuat pelanggan ingin kembali.

“Yang jelas, kami ingin Soto Ayam Ledok Jati menjadi sesuatu yang ngangeni,” jelas Iswanto.

Leave a Reply