Lintaspulau.id, JAKARTA-PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia” atau “Perseroan”; Kode saham: PRDA), pelopor laboratorium diagnostik di Indonesia, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dengan rasio lebih tinggi dari periode sebelumnya, sebesar 70% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, senilai lebih dari Rp144 miliar atau setara dengan Rp162,68 per lembar sahamnya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.
Selain itu, RUPST Prodia ini juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris guna mendukung akselerasi pertumbuhan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang telah disetujui dalam RUPST Prodia Tahun Buku 2025 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Andi Widjaja
Komisaris : Gunawan Prawiro Soeharto
Komisaris : Endang Wahjuningtyas Hoyaranda
Komisaris : Dewi Muliaty
Komisaris Independen : Keri Lestari
Komisaris Independen : Lukas Setia Atmaja
Direksi
Direktur Utama : Liana Kuswandi
Direktur Keuangan & Keberlanjutan : Marina Eka Amalia
Direktur Komersial & Kemitraan : Indriyanti Rafi Sukmawati
Direktur Solusi Terintegrasi & Diagnostik : Andri Hidayat
Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia & Organisasi : Ida Zuraida
Direktur Utama Perseroan, Liana Kuswandi, menyatakan keputusan yang dihasilkan dari RUPST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis Perseroan ke depan.
Hadirnya wajah baru serta penyesuaian dalam organisasi, diharapkan dapat membawa Perseroan lebih lincah dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin menantang. Dengan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, Perseroan optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan ke depan.
Liana Kuswandi menyampaikan bahwa tahun 2025 mencerminkan ketahanan dan adaptasi Prodia di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.
“Sepanjang 2025, Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre [PCMC] by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste. Transformasi digital juga terus kami dorong, tercermin dari kenaikan lebih dari 70% [YoY] pengunduh aplikasi U by Prodia,” ujarnya.
“Kami juga mengambil langkah strategis dengan mulai melakukan terapi regeneratif melalui pembelian 30% saham PT Prodia Stemcell Indonesia [ProSTEM] untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan. Memasuki 2026, Prodia akan terus memperluas pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti Stem Cell Clinic, dan Autoimmune & Longevity Clinic, sekaligus meningkatkan volume tes esoterik serta layanan diagnostik klinis kompleks seperti pemeriksaan genomik dan multiomics,” ujarnya.
“Prodia berkomitmen untuk terus memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan melalui pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar serta didukung oleh pengelolaan investasi yang terarah. Kami akan fokus pada layanan berbasis digital serta mengoptimalkan competitive advantages yang telah kami miliki dengan lebih agresif dan terukur. Setiap langkah ekspansi kami rancang secara selektif agar tidak hanya memperluas akses layanan, tetapi juga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan. Keunggulan Prodia dalam pengembangan tes-tes advanced berbasis precision medicine juga menjadi diferensiasi penting yang memperkuat daya saing Perseroan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan,” ujar Marina Eka Amalia, yang kini menjabat sebagai Direktur Keuangan & Keberlanjutan Perseroan, dalam Paparan Publik Perseroan.
Sementara itu, Direktur Komersial & Kemitraan Perseroan, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan, “Selain strategi yang telah dipaparkan, kami juga terus mengembangkan dan mengoptimalkan layanan, baik yang existing maupun yang baru, termasuk melalui rehabilitasi sejumlah cabang serta peningkatan kapabilitas untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kenyamanan layanan. Ekspansi juga kami lakukan melalui kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk menunjang layanan diagnostik Prodia yang semakin komprehensif, serta kembali membuka peluang kemitraan internasional. Kami optimis dengan berbagai inisiatif ini, dapat memperluas jangkauan layanan, memberikan layanan pemeriksaan yang semakin berkualitas, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di masa mendatang,” ujar Indri.
Dengan kombinasi kepemimpinan yang diperbarui, inovasi layanan yang berkelanjutan, serta komitmen kuat terhadap tata kelola dan prinsip keberlanjutan, Prodia optimistis dapat terus memperkuat perannya di industri layanan kesehatan nasional. Perseroan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan yang lebih mudah diakses, akurat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui transformasi digital dan pengembangan layanan berbasis teknologi, Prodia terus menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang lebih personal, presisi, dan terintegrasi. Dengan kapabilitas laboratorium diagnostik yang komprehensif dan pengalaman panjang dalam pengujian klinis, Prodia berada pada posisi yang kuat untuk memimpin pengembangan layanan berbasis precision medicine di Indonesia. (NA)

Leave a Reply