Lintaspulau.id, SOLO – Kirana, 29, dan suaminya, Muksin, 31, bersemangat mengikuti talkshow yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Solo tentang lowongan pekerjaan bagi orang berkebutuhan khusus pada job fair yang digelar di Balai Kota Solo, Kamis (25/6/2026).
Dua warga Boyolali yang merupakan kawan tuli itu datang didampingi Titin Suryatini, 53, ibunda dari Kirana, yang sengaja cuti dari pekerjaannya demi menemani sang anak dan menantu mencari kerja.
Kirana sedang mencari kerja karena kontrak kerja selama satu tahun di perusahaan sebelumnya habis dan tidak diperpanjang. Sedangkan Muksin bekerja di salah satu industri gitar di Juwiring, Klaten. Ia mencari kerja dengan harapan bisa satu tempat kerja dengan Kirana.
Setelah mendapatkan penjelasan dari tim perekrut dari berbagai perusahaan pada sesi talkshow, Kirana dan Muksin bersama puluhan peserta berkebutuhan khusus mengunjungi stan perusahaan yang diincar untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai pekerjaan hingga fasilitas perusahaan untuk pekerjanya.
Titin yang merupakan pegawai tata usaha salah satu sekolah mengambil cuti dua hari untuk mendampingi serta memberikan dukungan bagi anak dan menantunya. Semula, ia cuti dua hari untuk mengunjungi job fair di Balai Kota Solo itu.
Ia datang pada hari pertama pembukaan job fair Disnaker Solo, Rabu. Namun jam khusus disabilitas ternyata baru pada hari kedua atau Kamis. Pada hari pertama pengunjung lebih ramai. Ia pun kembali datang pada hari kedua dengan semangat yang sama bersama Kirana dan Muksin.
Harapan Difabel Dipermudah
“Menurut saya sudah banyak lowongannya. Cuman kendalanya banyak di pabrik, tepatnya tekstil. Memang harus sudah ada pengalaman untuk menjahit. Kalau anak-anak [Kirana dan Muksin] belum bisa menjahit,” kata dia kepada Espos, Kamis.
Dia menjelaskan telah mendapatkan informasi dari tim perekrut bahwa anaknya berminat akan menjalani tes berupa permainan tangan. Jika lolos, para kandidat akan menjalani proses pelatihan.
Selain itu, kata dia, anak dan menantunya mencari kerja yang dekat rumah dari Banyudono, Boyolali. Namun beberapa lowongan yang menerima orang berkebutuhan khusus jauh dari rumah di wilayah Soloraya.
Dia mengatakan Kirana pernah bekerja di dua perusahaan dengan kontrak kerja masing-masing satu tahun. Titin berharap kepada pemerintah agar mempermudah orang berkebutuhan khusus mendapatkan pekerjaan.
“Kuotanya mohon diperbanyak, jangan dipersulit, job fair jangan hanya diadakan setahun sekali. Untuk perusahaan, diharapkan menerima anak-anak istimewa ini, jangan cuma kontrak tetapi direkrut menjadi karyawan tetap,” ungkap dia.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan career expo merupakan acara rutin yang diselenggarakan Pemkot Solo. Pemkot ingin memastikan informasi lowongan kerja untuk warga Solo. Ada 6.401 lowongan kerja yang disediakan dari perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Dia meminta bantuan warga untuk memberikan semangat bagi pencari kerja. Penempatan kerja membutuhkan etos yang kuat. Paradigma pelaku usaha mencari pekerja yang susah bisa dipatahkan di Solo.

Leave a Reply