180 Santri di Demak Keracunan Usai Santap MBG, 70 Masih Dirawat

180 Santri di Demak Keracunan Usai Santap MBG, 70 Masih Dirawat
Ilustrasi anak keracunan makanan. (Freepik)

Lintaspulau.id, DEMAK — Sekitar 180 santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (18/4/2026). Hingga Senin (20/4/2026) sore, sebanyak 70 orang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Para santri dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, hingga perut mulas setelah menyantap menu nasi goreng, telur ceplok, acar timun, buah jeruk, dan susu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, Heri Winarno, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut. Saat ini, tim kesehatan masih melakukan investigasi di lapangan.

“Masih ada [yang dirawat] di beberapa rumah sakit. Ini sedang penanganan lanjutan, inspeksi ke SPPG dan ambil sampel buat diperiksa di lab untuk memastikan dugaan,” kata Heri saat dihubungi Espos, Senin (20/4/2026).

Investigasi Sampel Makanan Berlangsung

Dinas Kesehatan bersama pihak terkait kini melakukan penelusuran sumber dugaan keracunan, termasuk pengambilan sampel makanan dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kebonagung Pilangwetan untuk diuji di laboratorium.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menyebut total penerima manfaat di lokasi tersebut mencapai 1.487 orang yang terdiri dari santri, tenaga pendidik, ibu menyusui, dan balita.

“Jumlah masih dalam konfirmasi lapangan. Namun yang sudah terlapor, ada 180 siswa/santri. Dirujuk Faskes 81 orang, rawat jalan 106 orang,” ujar Hanung.

Kondisi Mulai Membaik

Hingga 20 April 2026, dari total yang terdampak, sekitar 70 orang masih dirawat inap. Sebagian lainnya dilaporkan sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mulai membaik.

“Beberapa sudah ada yang kembali ke rumah, sisanya diproyeksikan besok pagi sudah dapat kembali ke rumah,” katanya.

Hanung menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, telah berjalan sejak akhir Desember 2025 dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Tujuannya ya untuk kesehatan, memenuhi protein dan gizi. Sedang pemetaan terus sambil jalan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Jawa Tengah memiliki ribuan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, termasuk yang dikelola mitra, TNI, Polri, hingga pondok pesantren.

Leave a Reply