Lintaspulau.id, MADIUN — Suasana berbeda menyelimuti kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Kota Madiun, Selasa (26/5/2026) malam. Lampu-lampu dekoratif bernuansa Timur Tengah, deretan tenant kuliner, hingga bazar UMKM menjadi daya tarik utama dalam pembukaan 1001 Malam Fest yang resmi digelar Pemerintah Kota Madiun.
Festival yang berlangsung hingga Senin (1/6/2026) tersebut disiapkan untuk menyambut libur panjang sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Pengunjung tak hanya disuguhi aneka makanan dan minuman khas, tetapi juga pengalaman wisata malam dengan atmosfer ala Timur Tengah di jantung Kota Madiun.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan 1001 Malam Fest menjadi bagian dari agenda fasilitasi UMKM binaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Madiun. Sepanjang 2026, Pemkot Madiun menyiapkan sedikitnya tujuh event serupa untuk membantu pemasaran produk pelaku usaha lokal.
Di kawasan PSC, festival tampak semakin hidup dengan dekorasi tematik dan antrean pengunjung yang mulai memadati area sejak sore hari. Tenant UMKM menawarkan beragam produk, mulai dari makanan ringan, minuman segar, hingga kuliner khas yang menarik perhatian wisatawan.
“Mulai sore hari ini kita membuka bazar UMKM dengan tema 1001 Malam Fest untuk menyambut libur panjang sampai tanggal 1 Juni,” ujarnya.
Pemkot Madiun Pantau Perputaran Ekonomi UMKM

Menurut Bagus, seluruh pelaku UMKM yang terlibat dalam festival telah melewati proses kurasi dari dinas terkait. Langkah itu dilakukan untuk memastikan produk yang dijual memiliki kualitas baik dan layak dinikmati masyarakat maupun wisatawan.
Selain menjadi ruang promosi bagi UMKM, Pemkot Madiun juga mulai menerapkan sistem pemantauan transaksi menggunakan Point of Sale (POS) selama festival berlangsung. Sistem tersebut dipakai untuk mengukur dampak event terhadap perputaran ekonomi daerah.
Pemerintah nantinya akan memanfaatkan data transaksi sebagai bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan pembinaan UMKM sekaligus memantau pertumbuhan ekonomi lokal dari sektor pariwisata dan perdagangan.
“Berapa perputaran keuangan yang ada di pasar ini dengan kunjungan wisata sebanyak ini, nanti akan kita tracking terus,” jelasnya.
Sebanyak 20 tenant UMKM ikut meramaikan 1001 Malam Fest tahun ini. Ke depan, peserta disebut akan bergantian mengikuti agenda serupa sesuai hasil kurasi dan klasifikasi usaha dari dinas terkait.
Kehadiran festival tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata malam di Kota Madiun selama libur panjang. Selain berburu kuliner, pengunjung juga dapat menikmati suasana khas Timur Tengah yang menghadirkan pengalaman berbeda di kawasan PSC.

Leave a Reply